Stok Sering Expired? Kenali Manejemen Persediaan FEFO agar Barang Tidak Menjadi Kerugian

Punya banyak SKU memang membuat pilihan produk semakin lengkap. Tapi di sisi lain, semakin banyak produk yang disimpan diperlukan juga manajemen persediaan yang tepat dan akurat, terlebih lagi semakin sulit mengingat tanggal kedaluwarsa masing-masing barang.

Bayangkan dalam satu gudang ada ratusan SKU. Ada berbagai jenis tepung, margarin, cokelat, filling, topping, ragi, dan berbagai bahan makanan lainnya. Setiap produk bisa memiliki tanggal expired yang berbeda.Kalau hanya mengandalkan ingatan, tentu sangat sulit.

Apalagi barang yang datang lebih dulu belum tentu memiliki tanggal expired yang lebih dekat. Karena itu, bisnis yang menangani produk dengan masa simpan perlu memiliki sistem yang lebih tepat.

Salah satunya adalah FEFO.

Apa Itu FEFO?

FEFO merupakan singkatan dari First Expired, First Out.

Artinya, sebuah metode manajemen persediaan barang yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat harus dikeluarkan atau dijual terlebih dahulu.

Jadi, FEFO tidak melihat siapa yang datang lebih dulu, tetapi melihat siapa yang akan expired lebih dulu.

Contohnya:

  • Tepung A masuk 1 Agustus — expired Desember
  • Tepung B masuk 10 Agustus — expired Oktober

Walaupun Tepung A masuk lebih dulu, Tepung B harus diprioritaskan karena masa kedaluwarsanya lebih dekat.

Sederhana, tetapi dampaknya cukup besar terhadap pengelolaan stok.

Kenapa FEFO Penting untuk Bahan Makanan?

Untuk bisnis bahan makanan, stok bukan hanya tentang jumlah. Tanggal kedaluwarsa juga sebagai indikator penjualan agar tidak boncos.  Disinilah letak pentingnya manajemen persediaan.

Barang yang masih tercatat sebagai stok belum tentu semuanya aman untuk disimpan dalam jangka waktu yang sama. Jika produk dengan expired terdekat justru diletakkan di belakang dan tidak segera terjual, barang tersebut berisiko menjadi dead stock atau bahkan expired.

Inilah alasan FEFO sangat cocok diterapkan pada bisnis makanan, termasuk distributor dan supplier bahan baku kue.

Produk seperti tepung, margarin, cokelat, susu bubuk, filling, topping, dan bahan lainnya memiliki masa simpan yang perlu dipantau.

Dengan FEFO, stok yang masa simpannya lebih pendek mendapatkan prioritas untuk keluar.

FEFO vs FIFO, Apa Bedanya?

FEFO dan FIFO sering dianggap sama karena keduanya digunakan untuk mengatur barang keluar.

Padahal, prinsipnya berbeda.

FIFO ( First In, First Out )
Barang yang masuk lebih dulu dikeluarkan lebih dulu.

FEFO ( First Expired, First Out )
Barang yang expired lebih dulu dikeluarkan lebih dulu.

Contohnya:

Barang A masuk Januari, expired Desember.

Barang B masuk Februari, expired September.

Jika menggunakan FIFO, Barang A harus keluar lebih dulu.

Namun jika menggunakan FEFO, Barang B menjadi prioritas karena expired lebih cepat.

Untuk produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa, FEFO sering kali lebih relevan karena tanggal masuk tidak selalu menentukan tanggal expired.

Bagaimana Cara Menerapkan FEFO di Gudang?

Menerapkan FEFO tidak harus langsung menggunakan sistem yang rumit. Yang terpenting adalah setiap barang memiliki informasi yang jelas.

1. Catat Tanggal Expired Saat Barang Datang

Ketika menerima barang, jangan hanya mencatat jumlah dan nama produk.

Pencatatan yang penting:

  • SKU
  • Batch
  • Jumlah barang
  • Tanggal masuk
  • Tanggal expired
  • Lokasi penyimpanan

Dengan begitu, bagian Gudang dan penjualan  dapat mengetahui barang mana yang harus diprioritaskan.

2. Berikan Label atau Penanda

Barang dengan expired paling dekat dapat diberikan label khusus.

Misalnya:

MERAH → expired < 1 bulan
KUNING → expired 1–3 bulan
HIJAU → expired > 3 bulan

Warna tersebut hanya contoh. Sistem penandaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan gudang.

Tujuannya sederhana, ketika mengambil barang, tim tidak perlu mengecek semua kemasan satu per satu.

3. Susun Barang Berdasarkan Prioritas

Jangan hanya menyusun barang berdasarkan tanggal kedatangan.

Barang yang expired lebih dekat harus lebih mudah diambil.

Dengan sistem seperti ini, proses picking menjadi lebih cepat dan kemungkinan barang tertinggal di belakang dapat dikurangi.

4. Lakukan Pengecekan Expired Secara Rutin

Jangan menunggu sampai barang hampir expired baru melakukan pengecekan.

Buat jadwal pemeriksaan, misalnya setiap minggu.

Dari pengecekan terjadwal tim dapat menentukan tindakan yang diperlukan.

5. Hubungkan FEFO dengan Tim Sales

FEFO bukan hanya tanggung jawab gudang.

Misalnya ada produk yang akan expired dalam 1–2 bulan, tetapi stoknya masih cukup banyak.

Tim sales dapat mengetahui kondisi tersebut sehingga produk bisa diprioritaskan untuk ditawarkan kepada pelanggan atau bila memungkinkan bisa dibuatkan promosi yang menarik selama produk masih dalam kondisi layak jual dan masuk dalam standar SOP Perusahaan.

Apa Hubungannya FEFO dengan Manajemen Persediaan?

FEFO merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen persediaan, terutama untuk bisnis yang menjual produk dengan masa simpan terbatas.

Dengan penerapan FEFO, perusahaan tidak hanya mengetahui berapa jumlah stok yang tersedia, tetapi juga mengetahui stok mana yang harus diprioritaskan.

Hal ini membantu perusahaan mengurangi risiko stok mati, mengurangi potensi barang expired, dan menjaga perputaran barang tetap sehat dan tentunya menghindari kerugian .

FEFO Bisa Mengurangi Kerugian

Bayangkan sebuah produk dibeli dengan nilai tertentu dan ternyata sebagian besar expired karena terlalu lama tersimpan. Modal yang sudah dikeluarkan tidak dapat kembali secara maksimal.

Padahal, masalah tersebut mungkin dapat dikurangi jika sejak awal barang dengan expired terdekat diprioritaskan untuk keluar.

Karena itu, FEFO bukan hanya soal merapikan gudang. FEFO juga berkaitan dengan mengamankan modal yang sudah ditanamkan dalam stok.

Cocok untuk Bisnis dengan Banyak SKU

Semakin banyak SKU, semakin sulit mengelola stok hanya berdasarkan ingatan.

FEFO atau First Expired, First Out adalah metode yang memprioritaskan barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat untuk dikeluarkan terlebih dahulu.

Metode ini sangat berguna untuk bisnis bahan makanan karena setiap produk dapat memiliki masa simpan dan tanggal expired yang berbeda.

Dengan menerapkan FEFO, bisnis dapat lebih mudah mengontrol stok, mengurangi risiko barang expired, memperbaiki perputaran produk, dan meminimalkan potensi kerugian.

Pada akhirnya, manajemen persediaan yang baik bukan hanya tentang mengetahui “berapa banyak stok yang kita punya”, tetapi juga mengetahui barang mana yang harus keluar terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

We are well known for:

Let's get in touch